Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Saturday, 5 January 2013
Dunia Yang Hilang
Sesungguhnya matlamat hidup di atas dunia fana ini hanya satu, adalah untuk tunduk kepada Allah yang Maha Esa dan meraih redha Allah. Namun, acapkali jika kita cuba pandang di sekeliling kita, ramai manusia zaman kini lebih mementingkan redha manusia berbanding redha Allah. Seakan redha manusia itulah sumber kebahagian di dunia mahu pun akhirat. Seakan redha manusia itulah penentu kehidupannya diberkati.
Redha manusia? Ya, redha manusia. Jika disingkap kehidupan manusia... marcapada lebih menitik beratkan kepada kemewahan, kesenangan, dan hiburan. Sebagai contoh; sesetengah manusia sekarang berlumba lumba untuk menjadi cantik hanya kerana untuk mendapat pujian dan layanan yang baik. Ada pula yang sanggup berbelanja lebih untuk memiliki barang berjenama hanya untuk dijaja di mata orang lain.
Tidak salah untuk memakai barangan berjenama, hanya yang kurang sedap di lihat jika ianya melebihi keperluan yang ada sehingga ada yang hanya di pakai sekali dua kemudian di simpan buat koleksi menambah harta. Andai dana tersebut diguna dan dibelanjakan untuk bersedekah, alangkah baik dan murninya sikap sedemikian rupa?
Tidak juga salah untuk berfesyen mengikut arus kota yang bertamadun. Namun, hanya kurang sedap di lihat jika ianya berfesyen sehingga lupa pada halal dan haramnya. Tudung singkat yang masih menampakkan bayangan leher dan rambut, mekap tebal menyilaukan pandangan sehingga boleh menimbul syahwat pada yang melihatnya. Bukankah indah jika bersederhana dan sempurna dalam mengikut syariat menutup aurat? Bukan sahaja aurat dijaga rapi bahkan akhlak juga sentiasa menghiasi.
Sama-sama kira renungi diri, kelak apabila kita pergi meninggalkan dunia ini, pasti kain putih jua yang akan membaluti tubuh kita. Amalan mulia jualah sebagai 'make up' diri kita. Jika cantik amalan kita, maka tentu 'cantik' jugalah diri kita bertemu denganNya.
Sama-samalah kita muhasabah, niat di hati tu sentiasa diperbaiki agar segala yang kita lakukan hanya semata-mata kerana Allah. Biarlah apapun yang manusia lain perkatakan, kerana yang tahu nawaitu kita hanya Allah sahaja. Sesungguhnya niat kita itu penilainya adalah Allah, bukan manusia. Maka setiap niat kita sandarkanlah ia hanya lillahitaa'la. Misalnya niat untuk menutup aurat, biarlah kerana Allah ta'ala, jangan niat pakai tudung hanya untuk cantik. Biar kita tidak cantik di mata manusia, asalkan kita cantik di sisi Allah.
Sabda Nabi Muhammad SAW daripada Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda :
"Islam itu bermula sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali asing, maka sampaikan lah berita gembira kepada orang orang yang terasing itu."
(Hadis Riwayat Muslim no. 145)
Sesungguhnya apa yang baginda khabarkan kepada kita sememangnya betul. Cuba lihat sekarang dunia, mana satu lagi menjadi keutamaan? Duit ataupun agama? Tepuk dada tanya selera.
Allah kurniakan mata untuk manusia supaya melihat, Allah ciptakan telinga untuk mendengar, dan Allah ciptakan otak untuk berfikir, sesungguhnya ciptaan Allah itu sangat berkait antara satu sama lain, bila melihat, lihatlah dengan mata hati dan sampaikan la ia ke otak, supaya ia dapat diolah dengan betul.
"Hidup ini menjadi sempit dan semakin sempit kerana kamu menjalani hidup ini untuk meraih perhatian dan redha manusia di sekeliling kamu. Apa yang kamu ingin lakukan, kamu ukur dengan reda manusia atau kebencian mereka. Ia membuatkan kamu menjalani sebuah kehidupan yang penuh dengan pendustaan" (Syeikh Ibn Atoillah As-Sakandari)
Sama-sama kita renung dan kita usaha untuk amalkan. Amal dengan penuh istiqamah.
"Ketahuilah sesungguhnya kehidupan di dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlumba dalam menambah kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengkagumkan para petani, kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan keampunan daripada Allah serta keampunan daripada Allah serta keredaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu "
(Surah al-Hadid ayat 20)
Justeru sama-samalah kita betulkan niat, sucikan hati. Sedarlah, hidup di dunia ini hanya sementara tiada kekalnya. Bukalah minda dan hati agar jangan mudah dan terlalu seronok ditenggelamkan dengan kemewahan dan keseronokkan di dunia ini.
Sesungguhnya semuanya adalah pinjaman Allah. Pinjaman bermaksud Allah boleh bagi dan Allah boleh tarik balik nikmat tersebut bila bila masa sahaja tanpa kita mengetahui dan menyedarinya. Saat kita diberi nikmat kepandaian, jangan lah kita gunakan ia kepada kesesatan. Jika sesat, sukar untuk kita jumpa jalan pulang, terus terjerumus dalam kesesatan melainkan Allah bagi hidayah.
Dan jangan lah sesama sekali kita riak,ujub,bangga dengan pinjaman Allah. Siapalah kita untuk duduk bangga. Kita hanya memiliki nikmat yang hanya akan hilang. Esok lusa Allah murka Allah tarik balik.
Kesimpulannya, beringatlah sahabat.. Kita ini sangat dekat dengan akhir zaman. Usah kita jadi hamba Allah yang berada dalam kejahilan dan kesesatan tanpa sedar. Ingatlah, dari mana kita datang, dan janganlah sampai kita sesat sehingga mensyirikkan Allah.
Melebihkan Allah dari segalanya seakan kita menjadi hamba kepadanya. Melebihkan material, nafsu, kuasa, pangkat, darjat dan menyandarkannya pada diri sehingga melupakan Allah yang memiliki segalanya seakan kita menafikan keagungan dan kesempurnaan Allah. Takutlah kita pada dosa yang terhijab yang tanpa menyedarinya, kita rupa-rupanya sudah pun berada didalamnya. Iyya uzubillah~
Justeru, sentiasalah betulkan niat dan hati. Sesungguhnya apa yang Allah pinjamkan di dunia ini milik Allah. Ianya akan hilang seperti mana dunia itu hilang. Andai merasa hebat dengan pinjaman Allah, pohonkanlah kemaafan dan keampunan. Sungguh Allah itu Maha Pengampun bahkan Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-hambaNya.
Hai anak Adam, sesungguhnya jika kamu meminta dan mengharap ampunanKu, nescaya Aku ampuni dosa yang telah kamu perbuat dan Aku tak peduli. Hai anak Adam, andai kata dosamu seluas langit lalu kamu memohon keampunan, nescaya Aku ampunkan dan Aku tak peduli. Hai anak Adam jika kamu menghadap padaKu dengan membawa dosa sepenuh bumi pula lalu kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, nescaya Aku datang padamu dengan ampunan sepenuh bumi pula"
(Hadis Qudsi, Hadis Riwayat Tirmidzi)
Sunday, 30 December 2012
We Rise From Our Past
Alhamdulillah, we get to live to see another day in this beautiful yet harmonious world. Lets make du'a and seek repentance. One way the heart and mind will be calm and be peaceful.
Throughout our life, there will always be a horrid dream that probably has come true in our life. Let's face it, you don't want to remember it right? now lets all just try to forget all the terrible things from the past that happened to us, whether it is from our childhood, school, college, university or from now, the beginning and the present of our adulthood.
How to forget the past? Just focus on the future and the present. Enjoy all the things that is in front of you, whether you like it or not, still you have to go through it. That's what we called life. Everyone has been given the chance of one life. To have another life mean that we are so lucky He still gives us the chance and hope to make it a better one.
"People change as time flies, but the memory may remain". - Anonymous
We grow so fast that we didn't flashback at what we do few years back, it may seem that we don't want the memories to haunt us again but there still a good side to this. There is still bits of pieces that we can take from our past memories like experience and momentum. These two would be considered as the main power to our survival, without these two, we may never get back up from falling.
Experience - Knowledge that we gained from action of our past, which will remind us of what should we do correctly the next time if certain situation occurs.
Momentum - Once we fall, our momentum might decline really bad, probably really down that you think you don't have the strength to get back up and all hopes may seemed lost. Nevertheless, be remembered! you still have the chances to rise and set your momentum straight again by gather all your confidence, mental strength and physical strength. (Pray to Him, set your intention (niat) straight and may He guide you to the correct path).
Let us rise and take all the distances memories into experience that we may cherish. Let us ponder into the future, once we rise from the ashes, greater things will come to us for those who are willing to take the risk. Always have in mind that Allah is very near to us, just raise your hand and InsyaAllah, He will help you no matter how big the obstacle is. He will show you the way and maybe the easiest way, but it is up to you to walk and work you way through it.
There is no reward if there is no effort.
Forget all the people around you who want to put you down, they wanna see us fallback. They do this because you are one further step away from victory. Them? just a friction between you and victory/ultimate prize.
If we ever lost into the distance, lets remember Him, Allah SWT. He will guide you back to the right path, if you wanted to. Your path of life is your own choice, but the obstacle may vary. Don't let you heart be astray. He has given you so many, yet in your heart there is ignorance?.
Without Him, we may never rise from our fall, He aid us in so many ways that you couldn't thank Him enough.
You may write me down in history
With your bitter, twisted lies,
You may trod me in the very dirt
But still, like dust, I'll rise.
Does my sassiness upset you?
Why are you beset with gloom?
'Cause I walk like I've got oil wells
Pumping in my living room.
Just like moons and like suns,
With the certainty of tides,
Just like hopes springing high,
Still I'll rise.
Did you want to see me broken?
Bowed head and lowered eyes?
Shoulders falling down like teardrops.
Weakened by my soulful cries.
Does my haughtiness offend you?
Don't you take it awful hard
'Cause I laugh like I've got gold mines
Diggin' in my own back yard.
You may shoot me with your words,
You may cut me with your eyes,
You may kill me with your hatefulness,
But still, like air, I'll rise.
Does my sexiness upset you?
Does it come as a surprise
That I dance like I've got diamonds
At the meeting of my thighs?
Out of the huts of history's shame
I rise
Up from a past that's rooted in pain
I rise
I'm a black ocean, leaping and wide,
Welling and swelling I bear in the tide.
Leaving behind nights of terror and fear
I rise
Into a daybreak that's wondrously clear
I rise
Bringing the gifts that my ancestors gave,
I am the dream and the hope of the slave.
I rise
I rise
I rise.
(Maya Angelou, And Still I Rise?)
Subscribe to:
Posts (Atom)
